Seminar "Starting a Research-Oriented Laboratory and Nurturing Academic Collaboration"
25 Feb 2026
Penelitian

YOGYAKARTA – Dr. Farel Y. Sualang, M.Th, dosen sekaligus managing editor e-jurnal di STTII Yogyakarta, menekankan pentingnya membangun laboratorium yang berorientasi pada riset guna meningkatkan kualitas publikasi ilmiah di lingkungan akademik. Dalam seminar bertajuk "Starting a Research-Oriented Laboratory and Nurturing Academic Collaboration", ia membagikan strategi mengelola riset yang kolaboratif dan menyenangkan.

Riset sebagai Panggilan dan Kontribusi 

Dr. Farel menjelaskan bahwa riset bukan sekadar pemenuhan syarat akademis atau kenaikan jabatan. Lebih dari itu, riset teologis merupakan bentuk ketaatan untuk meneliti Firman Tuhan, seperti teladan Ezra dan Lukas dalam Alkitab. "Waktu dan akal budi terlalu berharga untuk dihabiskan, kecuali untuk hal-hal yang terbaik," ujarnya mengutip Theodore Roosevelt.

Membangun Komunitas dalam Laboratorium 

Salah satu poin utama yang disampaikan adalah konsep laboratorium sebagai komunitas. Dr. Farel menekankan prinsip "Research Should be Fun", di mana penelitian dilakukan bersama rekan sejawat dan mahasiswa agar hambatan dapat diatasi dengan lebih mudah. Keberhasilan model ini dibuktikan melalui Research Group of Proverbs yang dikelolanya. Sejak September 2023, kelompok riset ini telah menghasilkan:

  • 5 tesis mahasiswa dari berbagai angkatan.
  • 10 artikel jurnal ilmiah.
  • Kolaborasi aktif antara dosen, mahasiswa S1, S2, dan tenaga pustakawan.

Manajemen Riset dan Kolaborasi 

Untuk menjaga kualitas riset, Dr. Farel menyarankan adanya pertemuan mingguan (Lab Meeting). Agenda ini mencakup presentasi progres mahasiswa selama 10-15 menit, pembahasan kendala, hingga informasi konferensi ilmiah. Ia juga mengingatkan pentingnya aspek Quality Control (QC) di mana naskah harus melalui proses review dan revisi ketat antara mahasiswa sebagai penulis pertama dan dosen sebagai supervisor. Dalam hal kolaborasi, Dr. Farel mengingatkan para peneliti untuk tetap memperhatikan etika publikasi dan isu keadilan (fairness) dalam penentuan urutan penulis (authorship) sesuai kriteria internasional.

Pekerjaan Rumah bagi Akademisi Sebagai penutup, seminar ini memberikan tiga poin besar untuk memulai laboratorium riset yang efektif:

  • Mempertimbangkan aspek ide, sumber daya, serta manajemen dan regulasi.
  • Memulai manajemen penelitian dari lingkaran terdekat (rekan sejawat dan mahasiswa).
  • Membangun jejaring kolaborasi jangka panjang untuk mendidik mahasiswa menjadi peneliti masa depan.

Kegiatan ini diharapkan dapat memotivasi seluruh civitas akademika STTII Yogyakarta untuk terus berkontribusi dalam perkembangan sains dan teknologi melalui publikasi yang berintegritas.